Yuzakki Gilang Fajar Bagaskara atau biasa dipanggil Zakki, adalah seorang lulusan Program Studi Film dan Televisi, alumni Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta angkatan 2015 yang lulus pada periode September 2019 lalu.  Semasa kuliah ia aktif mengikuti salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa televisi kampus (ARTV). Dari ARTV ia pernah mengikuti beberapa kegiatan di kampus seperti seminar internasional, pameran, dan beberapa pertunjukan. Menjadi anggota, pengurus, maupun alumnus ARTV merupakan salah satu kegiatan yang paling berkesan baginya karena banyak pengalaman dan pelajaran yang didapatkan selama berkegiatan. Selain itu, ia juga merasa mendapatkan kenalan, ilmu, dan wadah diskusi mengenai televisi kampus dari berbagai televisi kampus perguruan tinggi lainnya di Yogyakarta. Berkat dedikasinya di ARTV, bahkan saat wisuda pun, ia tetap sibuk di ruang control room untuk menyiarkan wisuda secara langsung via YouTube. Lengkap dengan selempang cumlaude, Zakki mengarahkan adik-adik angkatannya di ARTV.

Zakki saat bertugas dalam ruang master control bersama kawan-kawan ARTV
(Sumber : Dokumentasi ARTV)

 Zakki merasa tidak banyak prestasi yang didapatkan selama kuliah. Ia pernah mendapatkan penghargaan “Karya Terpadu 3 Terbaik Angkatan 2015 kategori Dokumenter” dalam Anugerah Film Televisi dan Animasi (AFTA) . Zakki juga punya jiwa pengabdian yang besar, saat berkuliah ia menjadi mentor di SMK N 2 Yogyakarta tempatnya bersekolah dahulu. Sekolah tersebut sempat dua kali menyabet gelar juara dalam kompetisi film pendek tingkat SMA/SMK se-Yogyakarta. Namun menurutnya, prestasi yang paling membanggakan semasa kuliah adalah dapat menjadi lulusan terbaik. Ia menyabet predikat cumlaude dengan IPK 3,70. Secara personal hal tersebut sangat membanggakan baginya karena ia mempersembahkannya untuk kedua orangtua dan keluarga yang selalu mendukung.

Selesai kuliah, Zakki mulai bekerja di awal tahun 2020 meski pengalaman pekerjaannya langsung terbentur dengan pandemi Covid-19. Ia kini bekerja tak jauh dari bidang yang digelutinya semasa kuliah, yakni di Jogja Istimewa Televisi (JITV), televisi milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski demikian, lika-liku pencarian kerjanya tidak semulus yang dibayangkan. Setelah lulus, ia mencoba beberapa kali mendaftar ke stasiun televisi swasta di Jakarta. Ia berkisah, “tapi belum rejekinya semua dan kemudian ada informasi kalau tempat magang dulu (JITV) membutuhkan tenaga kerja. Kebetulan sebagai warga pribumi Daerah Istimewa Yogyakarta saya berkeinginan dapat ikut andil dalam perkembangan daerah, khususnya di bidang yang sudah ditekuni selama perkuliahan yaitu pertelevisian”.  

Zakki merasa hal yang didapatkan di perkuliahan dapat diterapkan di dunia kerja, terutama terkait ilmu sinematografi dalam konteks perfilman dan pertelevisian. Ia juga menganggap bahwa pengalamannya di ARTV juga cukup membantu di dunia kerja. Meski demikian, hal yang kurang didapatkan pada masa perkuliahan menurutnya adalah ilmu dan praktik langsung tentang siaran dan manajemen siaran di televisi serta distribusiannya.

Zakki pernah berkelakar bersama kawannya saat pertama masuk ke ISI kalau ia ingin berada di posisi puncak pimpinan. Ternyata, bukan hanya candaan, Zakki kemudian menduduki posisi ketua UKM ARTV. Tidak hanya itu, saat kelulusan ia pun bisa dekat sekali dengan posisi puncak pimpinan. Sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,70, ia berdiri sejajar dan sempat berjabat tangan dengan Rektor.

Zakki saat menerima penghargaan dari Rektor ISI Yogyakarta sebagai lulusan terbaik
(Sumber : Dokumentasi Prodi Film & TV)

Pesannya untuk para alumni, “Jika mendapatkan sesuatu yang baru dari tempat bekerja sekarang seperti ilmu atau pandangan baru di bidang yang kita tekuni, jangan sungkan sungkan untuk membaginya kepada kampus kita tercinta ini, karena kampus perlu terus berkembang dan mengikuti perkembangan industri, nah kita harus mengambil andil itu karena sudah merasakan terjun langsung di industri”, tutupnya. Maju terus Zakki, bawa nama baik Prodi Film dan Televisi dan alumni FSMR! Semoga sukses selalu menyertaimu.

Zakki si Alumni Menginspirasi: dari Guyonan Jadi Kenyataan
Tag pada: